Kamis, 09 Februari 2012

18 September 2011
Tanggal dimana kalian menjadi sebuah kesatuan, bukan unit, bukan pula team. Kalian akan menjadi lebih baik, ketika saling menerima, saling mengingatkan, saling menghormati dan menghargai perbedaan yang ada diantara kalian. Jadikanlah diri kalian sendiri contoh untuk diri kalian kedepannya. Menjadi pemimpin yang memimpin diri kalian tanpa meninggikan status kalian sebagai yang lain. Kedudukan yang selalu satu dalam Wanagiri Purnama.
Semoga Wanagiri Purnama akan s'lalu menjadi purnama untuk KSR-PMI Unit UNJANI.






yang mungkin tak pernah terlupa, menjadi semangat bukan memicu perpecahan
tetap benderang layakna Wanagiri Purnama 

Selasa, 24 Januari 2012

Tulisan Kawan (3)

jamur dalam kejenuhan..

oleh Nur Catur Purbaya pada 15 November 2011 pukul 10:28
Suatu waktu, aku pergi ke warung untuk membeli makanan. kudapati banyak sekali jajanan diwarung itu, namun yang ada satu makanan yang menarik perhatianku, roti dengan beranekaragam rasa yang terbungkus dan tersusun dengan rapih. Waktu itu, kuputuskan untuk membeli roti tersebut, walaupun harganya yang cukup mahal dan membeli beberapa makanan lainnya.
Esok harinya, aku kembali ke warung membeli mie. Maklum untuk ukuran anak muda, mie adalah makanan alternatif bagi mahasiswa yang mengalami krisis. Ketika aku sedang menunggu si penjual mengambil mie, aku mendapati roti yang kemarin aku beli. Ternyata masih ada 12 roti yang tersisa dari 25 roti. Hmm, rotinya masih terlihat lezat, dan kuputuskan untuk membeli roti itu lagi.
Dua hari kemudian, aku melihat roti itu hanya tersisa satu dan kini roti itu sudah tidak menarik lagi. Tidak lama saat aku sedang menunggu uang kembalian, si penjual membawa roti baru dan kemudian mengambil roti yang tersisa itu.
Dari pengalamanku itu, ternyata tersirat banyak hal yang aku dapat..
Bahwasannya, hidup itu akan terus berjalan tanpa henti, yang akan menuakan kita. Waktu itu adalah hal yang sangat penting, namun terkadang sulit sekali untuk menghargainya. Kesempatan itu hanya akan ada satu, namun satu kesempatan itu akan ada berikutnya dengan cara dan metode yang berbeda. Saat kita terhenti, yang ada hanyalah membuat kita menua tanpa hasil. Mungkin tak mengapa bila kita harus berhenti untuk beristirahat sejenak, namun alangkah bijaknya bila kita kembali bergerak. Kejenuhan adalah hal yang wajar, namun bila berlama-lama akan berujung seperti roti, “menjamur”. Kejenuhan kemudian berubah menjadi rasa malas dan sungkan, yang kemudian menjadikan kita tak dapat bergerak maju.
          Adalah prilaku yang wajar, bila menjamur akan berujung terbuang begitu saja. Bukan dibuang, tetapi membuang diri atas kesempatan-kesempatan yang ada. Memang, terbuang bukan berarti berujung menjadi sampah. Namun, apakah tidak lebih baik kita bergerak lebih cepat bila dibanding kita harus merangkak.
          Meraih sesuatu yang berharga itu sungguh sangat tidak mengenakkan, membuatku muak. Dan mungkin itu berlaku sama bagi orang lain. Bila aku bisa memilih, aku ingin segalanya serba praktis, tanpa harus bersusah payah. Setidaknya membuatku menjadikan diriku orang besar dikalangan orang-orang kecil..
          Menjadi orang besar itu sulit, namun sulit itu hanyalah sebuah mitos. Tak akan menjadi sulit ketika sulit itu sudah terlewati dengan pembuktian berupa upaya.
          Semua adalah sebuah pilihan, terjual untuk dikonsumsi, terbuang untuk didaur ulang, atau membuang untuk terbuang. Memang, tak ada hal yang memastikan bahwa salah satu dari ketiga pilihan ini adalah yang “ter”. Aku harap kita dapat menyikapinya dengan bijak. Karena setiap keputusan adalah pencetus konsekuensi sebuah tindakan. Proses akan terus berlangsung dan waktu akan terus berjalan. Semua berhak memilih, dan semua dapat berubah.. kapanpun, bagaimanapun, dan dimanapun..

Aku harap kita semua dapat diizinkan memilih keputusan yang bijak, karena menjamur dalam jenuh akan membuat kita menjadi semakin muak tanpa hasil..

~semoga bermanfaat~

Tulisan Kawan (2)

tubuh biru, merangkak untuk bergerak..

oleh Nur Catur Purbaya pada 28 Oktober 2011 pukul 22:37
kudapati sesosok pria dengan tubuh kebiruan ..
meratapi diri dengan kemungkinan-kemungkinan kosong, tanpa ada gerak yang berarti.

hanya satu jengkal setiap harinya. mencoba berhenti, namun waktu merasa enggan untuk mengakhirinya.
bergulir seakan tak terjadi apa-apa, yang nyatanya itu akan berujung pada pendzoliman diri.

yang dia lakukan, hanya terdiam, merenung, tanpa melakukan hal yang berarti..
tertawa dalam ramai, marah dalam sepi, dan menangis dalam hati.

kata motivasi hanyalah bualan, jika hati ini tak mengiyakan untuk bersegera bertindak..
jiwa yang kelam hanya akan membangkang dalam gelap.

namun satu hal, yang membuat orang tersebut tetap merangkak untuk bergerak..
"tak ada artinya jika aku harus berhenti, yang akhirnya akan berujung sama, yaitu kematian untuk tubuh yang renta ini. tapi setidaknya aku tak mendzolimi hatiku, yang menginginkan kebahagiaan dan cinta kasih. hingga aku bersikeras untuk tetap bergerak meski sejengkal. namun aku puas, telah mampu berpindah tempat meskipun itu tak jauh, daripada harus mati dalam keadaan diam ditempat yang sama."

kemudian iya berkata :
"sebab yang kubuat adalah membekasnya luka di tubuh ini, hingga biru tubuh merahku. membuatku merangkak, menjerit sakit.. namun satu hal, sebab itu kubuat bukanlah untuk meniadakan keberadaanku. tapi membuatku mengerti arti sebuah rasa sakit. hingga aku dapat bangkit, untuk dapat berdiri dan berlari suatu waktu nanti. meski aku tak tahu, kapan itu akan terjadi, tapi aku meyakini bahwa akibat yang akan aku dapat adalah senyuman indah diakhir menjelang tutup usiaku."

memang, meyakini kebenaran sebuah tindakan itu tidaklah mudah..
tapi mengetahui sebuah kebenaran itu tidaklah sulit, karena kebenaran akan berujung pada kedamaian jiwa, yang harus ditempuh dengan susah payah, rasa sakit, dan juga pengorbanan yang berarti.

Tuhan tahu dan kita pun mengerti, jalan mana yang kita pilih.
maka yakinilah jalan yang baik bagi kita, bukan untuk saat ini, tapi nanti..

keep spirit. :D
semoga bermanfaat..

Tulisan kawan

mengIYAkan kebimbangan..

oleh Nur Catur Purbaya pada 26 September 2011 pukul 16:10
setiap orang tentunya akan merasa bimbang ketika dirinya dihadapkan dengan pilihan.
yang terpikir hanyalah iya atau tidak, dan akan terhenti dengan logika yang mengiyakan kemustahilan. namun, bila kita lihat keberhasilan orang besar diluaran sana. mereka mengiyakan kebimbangannya, bahwa "iya" aku mampu dan akan berdiri dengan kemuliaan yang diakhir pengusahaanku yang terakhir.

memang pada faktanya itu tidaklah mudah, namun apakah mungkin ada sebuah masalah tanpa adanya persetujuan Tuhan?. menurutku itu hanyalah ketidaktegasan kita yang menuntun pada kebimbangan tanpa ujung. sungguh, waktu akan menuntut kita untuk bersegera memutuskan pilihan..

apakah mungkin waktu akan menjawab segalanya?
aku rasa tidak, karena waktu hanyalah penegas keputusan yang kita pilih.

pengalaman hidup, apakah itu sepenuhnya akan berujung sama?
hanya ada dua jawaban, iya dan tidak. iya, bila tak ada perubahan pola dan juga kondisi yang mengharuskan keadaan itu tidak berulang. dan tidak, bila kita bertekad untuk merubahnya untuk pemulia kehidupan.

namun permasalahannya bukan pada iya atau tidak..
terkadang permasalahan itu timbul hanya karena kesempatan yang terenggut oleh ketakutan yang tak beralasan.
sungguh setiap kehidupan yang kita jalani itu berpola dan bila kita ingin mengakhirinya, maka temukanlah polanya dan perbaik itu..

sehebat-hebat orang adalah orang yang meyakini dirinya, bahwa keputusannya adalah baik baginya, tanpa mengesampingkan pertimbangan. dan dia berusaha atas keputusannya, walau iya dihadapkan dengan sekecil-kecilnya keberhasilan.

sahabatku, dan khususnya diriku..yakinkan diri ini bahwa pilihan yang kita pilih adalah benar.dan pastikan itu adalah tanggungjawab kita sepenuhnya.
apapun akhirnya, yang terpenting adalah awal. karena awal adalah penentu akhir..namun perlu diketahui, bahwa pertengahan bukanlah waktu kosong tanpa kesempatan untuk memperbaiki.


tetap semangat,
dan yakinlah, bahwa semua akan indah pada waktunya saat kita mengusahakan itu untuk ada. :D

Rabu, 31 Agustus 2011

SELAMAT IDUL FITRI 1432 H

Keluarga Besar KSR-PMI Unit UNJANI mengucapkan Selamat Idul Fitri 1432 H, mohon maaf lahir dan batin, semoga di hari yang fitri ini hati kita kembali suci dan semakin kukuh pendirian kita untuk tetap berjuang di jalan kemanusiaan sbagai perpanjangan tangan Tuhan..
ASPESIA!
HUMANITY!

Jumat, 20 Mei 2011

KSR ( Korps Suka Rela) Unit Unjani mengadakan acara Gebyar KSR pada tanggal 5 Juni sampai dengan 19 Juni 2011
Adapun acara dari Gebyar KSR tersebut adalah sbb :
1. tanggal 5 Juni 2011 :
Pendidikan Kesehatan di Mizan Amanah Jl. Pojok
Cimahi
dengan Pembicara : Rachmanisa ( Farmasi 2007)
dan Linda Alfionita ( Fakultas Kedokteran 2008)

2. Tanggal 8 Juni 2011 :
a. Donor Darah di GSK : bagi mahasiswa dan
masyarakat yang bersedia mendonorkan
darahnya dapat langsung datang ke GSK Unjani
waktu : dari jam 08.00 - 12.00 WIB.





b.Lomba Poster dengan tema Donor Darah
Bagi yang berminat : harap menghubungi
Sdri. Nurseha No. HP : 081321096727

4. Tanggal 12 Juni 2011 :
Penjualan Sembako Murah di Desa Laksana Mekar
RW 01 kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung
Barat dari Jam 08.00 s/d 12.00 WIB

5. Tanggal 14 Juni 2011 :
Operasi Katarak Gratis di RS Dustira. Diutamakan bagi warga kota Cimahi.
Bagi yang berminat harap mendaftarkan diri ke Mabes KSR ( Tempat di samping Asrama Puteri Unjani) atau CP: Sdr. Hendro No. HP 081910505615
dengan membawa persyaratan sbb: KTP, Kartu Keluarga dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)

6. Tanggal 19 Juni 2011 :
1. Hipnoterapi
2. Khitanan Massal
3. Balai Pengobatan

Untuk hipnoterapi dan Khitanan massal bagi yang berminat harap mendaftar di Mabes KSR ( Tempat di samping Asrama Puteri Unjani) atau CP : Sdr. Hendro No. HP. : 081910505615
Sedangkan untuk kegiatan Balai Pangobatan, bagi masyarakat yang berminat untuk memeriksakan kesehatannya secara gratis, dapat langsung datang ke GSK Unjani, dari jam 08.00 - 12.00 WIB


Kami tunggu partisipasinya, untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia GEBYAR 2011 di mabes KSR-PMI Unit UNJANI kampus Cimahi

Sabtu, 01 Januari 2011

Penyakit Jantung Koroner


Apakah Penyakit Jantung Koroner?
Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah jenis gangguan pada jantung yang paling sering ditemui dan penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Kondisi ini terjadi ketika arteri koronaria (pembuluh darah yang mensuplai darah kaya oksigen ke organ jantung) menyempit atau tersumbat oleh adanya suatu
plak (terdiri atas kolesterol yang berlebihan, kalsium, dan bahan lain yang lama kelamaan menumpuk di pembuluh darah), sehingga aliran darah terganggu. Kurangnya aliran darah dapat menyebabkan otot jantung ‘kelaparan’ dan dapat menimbulkan nyeri dada. Apabila aliran darah tersumbat total dapat terjadi serangan jantung.

Apa Penyebab Penyakit Jantung Koroner?
Dua penyebab utama terjadinya PJK adalah

1. Aterosklerosis
A
therosclerosis atau ateroma adalah pengerasan arteri (dinding pembuluh darah tidak elastis lagi).

2. Proses Trombosis

Trombosis adalah istilah medis untuk pembekuan darah, suatu proses alamiah untuk menghentikan perdarahan jika kita mengalami luka.Jika terjadi pengerasan arteri (dinding pembuluh darah tidak licin lagi) maka bekuan darah (sel-sel trombosit) akan berkumpul menutupi kerusakan tersebut sehingga pembuluh darah menjadi sempit dan aliran darah akan terganggu.

Faktor Resiko

· Faktor yang tidak dapat diubah antara lain, faktor genetika (keturunan), masalah gender : pria lebih banyak terkena PJK dibanding wanita, serta usia.

· Faktor yang dapat diubah antara lain: merokok, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, kegemukan, stres, serta kurang berolahraga.

Gejala Klinis Penyakit Jantung Koroner (PJK)

· Gejala Dini
Beberapa hari atau minggu sebelumnya tubuh terasa tidak bertenaga, dada tidak enak, waktu olahraga atau bergerak jantung berdenyut keras, napas tersengal-sengal, kadang-kadang disertai mual, muntah dan tubuh mengeluarkan banyak keringat.

Dalam kondisi sakit
- Sakit nyeri terutama di dada sebelah kiri . Terjadinya sewaktu dalam keadaan tenang
- Demam, suhu tubuh umumnya sekitar 38 derajat celcius
- Mual-mual dan muntah, perut bagian atas kembung dan sakit
- Debar jantung tidak normal

- Tekanan darah rendah atau stroke
- Muka pucat pasi
- Kulit menjadi basah dan dingin badan bersimbah peluh
- Gerakan menjadi lamban (kurang semangat)
- Pingsan